PENERAPAN TERAPI MASSAGE DALAM PENANGANAN NYERI PADA PASIEN DENGAN MELENA
DOI:
https://doi.org/10.37087/jtb.v2i2.248Kata Kunci:
melena, nyeri akut, massage, terapi nonfarmakologis, keperawatanAbstrak
Melena merupakan salah satu manifestasi perdarahan saluran gastrointestinal yang dapat disertai keluhan nyeri abdomen. Penatalaksanaan nyeri tidak hanya menggunakan terapi farmakologis, tetapi dapat dilengkapi dengan intervensi nonfarmakologis seperti massage. Artikel ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi massage dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dengan melena. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien dengan diagnosis keperawatan nyeri akut di Ruang Mawar RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Intervensi massage dilakukan satu kali setiap shift selama 10–15 menit sebelum pemberian analgesik dan dilakukan selama tiga kali pengamatan. Intensitas nyeri dinilai menggunakan skala 0–10, disertai pengamatan tekanan darah, nadi, dan frekuensi pernapasan. Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari skala 7 sebelum intervensi menjadi skala 6 pada pengamatan pertama, skala 5 pada pengamatan kedua, dan skala 4 pada pengamatan ketiga. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan terapi massage secara teratur dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien dengan melena. Terapi massage dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping dalam manajemen nyeri keperawatan.
Referensi
Adams, R., White, B., & Beckett, C. (2010). The effects of massage therapy on pain. International Journal of Therapeutic Massage & Bodywork, 3(1).
Black, J. M., & Hawks, J. H. (2005). Medical-Surgical Nursing. New York: Elsevier.
Cutshall, S. M., Fenske, L. L., Kelly, R. F., Phillips, B. R., Sundt, T. M., & Bauer, B. A. (2007). Creation of a healing enhancement program at an academic medical center. Complementary Therapies in Clinical Practice, 13(4), 217–223.
Egnew, T. R. (2005). The meaning of healing: transcending suffering. Annals of Family Medicine, 3(3), 255–262.
Hidayat, A. A. A. (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Kumar, C., et al. (2017). Clinical profile of patients presenting with gastrointestinal bleeding in a tertiary care hospital. International Journal of Advances in Medicine, 4(6), 1616–1620.
Mitchinson, A. R., Kim, H. M., Rosenberg, J. M., Geisser, M., Kirsh, M., & Cikrit, D., et al. (2007). Acute postoperative pain management using massage as an adjuvant therapy: a randomized trial. Archives of Surgery, 142(12), 1158–1167.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 4, Volume 2. Jakarta: EGC.
Price, S. A., & Wilson, L. M. (2005). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6, Vol. 2. Jakarta: EGC.
Saljoughian, M. (2009). Gastrointestinal bleeding: an alarming sign. US Pharmacist, 34(12), HS12–HS16.
Smith, M. C., Kemp, J., Hemphill, L., & Vojir, C. P. (2002). Outcomes of therapeutic massage for hospitalized cancer patients. Journal of Nursing Scholarship, 34(3), 257–262.
Smeltzer, S. C., et al. (2008). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.
Zhu, C., Yan, B., Asfaha, S., Chande, N., Ponich, T., Gregor, J. C., & Sey, M. (2018). The presence of melena predicts a proximal bleeding site among patients with obscure gastrointestinal bleeding: results of a retrospective cohort study. Journal of the Canadian Association of Gastroenterology, 1(suppl_1), 72–73.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Tresno Sunjaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.